Wisata Religi Makam Syech Sekar Gadung, Semarang | PAKET WISATA RELIGI JOGJA

Makam Syech Sekar Gadung bukan hanya dikenal keramat. Tapi juga menyimpan kekuatan mistik yang sulit dinalar akal sehat. Bagi mereka yang berdoa di tempat ini terkabul dan bernadazar tidak segera dilaksanakan akan mendapat balak. Diantaranya menjadi gila dan mendapat malapetaka lainnya.

Sejuk dan tenang. Begitu kesan pertama para peziarah saat memasuki komplek pesarean Syech Sekar Gadung yang terletak di Dusun Pete Desa Sukoharjo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Suasana tenang dan penuh kedamaian bukan hanya terpancar dari para penduduknya yang sangat ramah dan sopan kepada para pengunjung. Tapi juga dapat dirasakan tatkala para peziarah bermunajat di pusara pemakaman tersebut.

Komplek makam Syech Sekar Gadung yang lokasinya terletak di 3 Km sebelah timur Pusat Kota Salatiga itu tampak amat sederhana. Tidak dipasang cungkup. Batu nisannya dibiarkan apa adanya. Tempatnya bersih. Di sela-sela batu nisannya terdapat aneka bunga yang menyembulkan bau wewangian.

Suasana komplek pemakaman memang tak mampu menghilangkan kesan keramat. Apalagi dengan suasana komplek pemakaman yang ditumbuhi berbagai pepohonan rindang, kesan angker dan aroma kekuatan magis tak dapat dihilangkan.

Layaknya tempat peziarahan, di tempat ini para pengunjung harus berlaku sopan. Mereka tak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak mengeluarkan kata-kata kotor. Seperti sumpah serapah atau mengumpat. Sebab jika hal itu dilakukan, mereka akan terkena balaknya.

Kebanyakan yang datang ke tempat ini ingin ngalab berkah  dengan  melakukan wasilah doa kepada Allah Swt melalui Syech Sekar Gadung  agar segala hajat yang diinginkan dapat terkabul.Mereka yang datang ke tempat ini diantaranya para pejabat pemerintah, pengusaha, pedagang, pelajar dan berbagai kalangan masyarakat lainnya. Mereka rata-rata menginginkan hidupnya berkah dan berlimpah rejeki.

Menurut Suparman (50), juru kunci Makam Syech Sekar Gadung, mereka yang datang ke tempat ini dari berbagai daerah. Diantara dari Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan lain-lain. Bahkan ada yang berasal dari Hongkong, Malaysia dan Arab Saudi. Terutama pada malam Jum’at Kliwon pesarean Syech Sekar Gadung selalu dibanjiri peziarah.

Banyak para peziarah yang mengaku terkabul doanya setelah memanjatkan doa di pusara wali Allah ini. Salah satunya yang dialami oleh salah seorang pengusaha yang berasal dari Jakarta. Hampir setiap ada kesempatan  tak pernah menyiakan waktunya untuk melakukan ziarah ke pusara Syech Sekar Gadung.

Ia mengaku memperoleh jalan yang lapang dan rejeki yang berlimpah. Usaha perdagangan yang dijalankan bertambah maju dan tumbuh pesat. Kelima anaknya juga sudah menangguk sukses alias sudah menjadi orang semua.

Cerita sukses serupa juga dialami oleh Sunaryo (27). Pemuda tanggung yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan asing di wilayah Ungaran, Semarang ini mengaku karirnya cepat melonjak. Para atasannya banyak yang senang kepadanya dan jalannya hidupnya makin lapang.

Ia hampir setiap bulan tepatnya malam Jum’at Kliwon berziarah ke pusara Syech Sekar Gadung. ”Alhamdulillah mungkin berkat karomah Syech Sekar Gadung, pekerjaan yang saya jalani dapat berjalan lancer setelah melakukan wasilah ziarah di tempat ini,” ujar Sunaryo polos.

Pengalaman mistik tentang kesuksesan seseorang setelah melakukan ziarah ke makam Syech Sekar Gadung sudah tak terhitung jumlahnya. Namun demikian jika seseorang bernadzar setelah terkabul doanya tidak boleh sembarangan. Sebab jika nadzar tidak segera dilaksanakan akan menuai balak dari Allah swt.

Menurut Rustijan, salah seorang ahli supranatural dari Dusun Pete Desa Sukaoharjo yang tempat tinggalnya tak jauh dari makam tersebut, pernah ada seorang perziarah yang berniat melakukan nadzar setelah keinginannya terkabul, namun orang tersebut lupa atau sengaja tidak melakukan nadzar maka ia terkena balak dari Allah Swt.

“Sebenarnya orang tersebut sudah akan melakukan nadzar dengan menggelar kenduri berisi ayam panggang dan ubo rampe lainnya di dekat pusara Syech Sekar Gadung. Namun orang tersebut lupa sebelum ayam panggang itu dibawa untuk kenduri, ia terlebih dahulu menikmati hati ayam yang akan dibawa kenduri. Usai menikmati hati ayam tersebut orang tersebut mati mendadak,” jelas Rustijan panjang lebar.

Bukan hanya itu, kata Rustijan, ada seorang peziarah bernadzar jika hajatnya terkabul akan segera melaksanakan nadzarnya. Namun ia lupa untuk segera menunaikan nadzarnya. Akibatnya orang tersebut mendadak menjadi gila.

Berzaiarah di makam keramat Syech Sekar Gadung

Legenda Syech Sekar Gadung

Menurut Suparman, Syech Sekar Gadung merupakan salah seorang keturunan dari Kasunanan Surakarta. Karena beliau ingin menghindari kekuasaan dan keduniaan, akhirnya ia memilih pergi melalang buana hingga ke pelosok desa.

”Kedatangan Syech Sekar Gadung ke wilayah ini selain untuk menyiarkan agama Islam juga melakukan uzlah.Yakni lelaku tasawuf dengan menghindari gemerlapnya dunia atau dalam bahasa jawanya ngumpet (mengasingkan diri) agar lebih khusuk dalam melakukan taqarub kepada Allah SWT. Bekas tempat persembunyiannya dalam bertaqarub kepada Allah tersebut dinamakan dengan Dusun Pete yang berasal dari kata ngumpet,” ujar Suparman menyakinkan.

Nama asli Syech  Sekar Gadung hingga kini tak ada yang mengetahui secara pasti. Gelar syech Sekar Gadung tersebut dihubungkan dengan lokasi makamnya yang ditumbuhi oleh pohon kembang ijo atau Sekar Gadung. Beliau merupakan suami dari Nyi Kopek yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Salatiga bersama dengan Syech Jangkung dan Syech Damarjati.

Sebagai seorang yang sakti mandraguna dan  masih keturunan dari kraton, Syech Sekar Gadung enggan jati dirinya diketahui khalayak. Oleh karena itu untuk menutupi jati dirinya beliau meyamar sebagai orang biasa. Daerah yang menjadi tempat tinggalya sekaligus uzlah adalah Dusun Pete Desa Sukoharjo Kecamatan Pabelan Semarang hingga akhir hayatnya.

Menurut penuturan Suparman dareah ini sebelumnya merupakan hutan belantara yang tak pernah dijamah orang. Sisa-sia dari jejak Syech Sekar Gadung dalam membuka wilayah ini ditunjukkan dengan adanya saluran irigasi yang membelah bongkahan batu hitam sepanjang 3 KM. Konon batu tersebut merupakan saksi bisu saat terjadi adu kesaktian antara Syech Sekar Gadung dengan Ki Gagak Setro (salah seorang yang juga dikenal sakti) yang berusaha menghalangi dakwah Syech Sekar Gadung dalam menyiarkan Agama Islam.

Konon Ki Gagak Setro merasa terusik dengan kehadiran Syech Sekar Gadung di wilayah ini. Apalagi saat Syech sekar Gadung membangun sarana irigasi pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat  setempat.

Saat Syech Sekar Gadung membuat irigasi dengan menggunakan tongkatnya sudah selesai tiba-tiba disumbat oleh Ki Gagak Setro dengan bongkahan batu-batu besar. Mendapat perlakuan tersebut, Syech Sekar Gadung tak mau menyerah. Beliau lalu membelah batu tersebut hanya dengan memberi tanda garis di atas batu tersebut. Berkat ijin Allah, sumbatan batu tersebut terbelah menjadi saluran irigasi. Namun pertarungan tersebut terus berlanjut hingga Ki Gagak Setro dapat dikalahkan.

Akibat dari peristiwa tersebut Desa Setro yang terletak tak jauh dari Dusun Pete, meskipun dekat dengan sumber air, hampirr tiap tahun Desa Setro mengalami krisis air. Selain itu para leluhur di Dusun Pete juga melarang anak keturunannya untuk menikah dengan warga Desa Setro. Jika mereka melanggar pantangan tersebut  pasangan mempelai tersebut akan mendapatkan balak atau malapetaka.

“Ada banyak bukti bagi mereka yang melanggar petuah leluhur tersebut akhirnya berakibat fatal. Pernikahannya bubar dan mendapat malapetaka lainnya. Oleh karena itu sampai ini, warga kedua desa tersebut tidak ada yang berani menjalin hubungan pernikahan,” tegas Suparman.

Berzaiarah di makam keramat Syech Sekar Gadung

Berzaiarah di makam keramat Syech Sekar Gadung

Misteri Batu Hitam

Disi sebelah  timur makam Syech Sekar Gadung terdapat batu hitam sebesar alamari yang diyakini masyarakat setempat menyimpan segudang misteri. Batu tersebut  dihuni makhlus dan dikenal wingit. Sebab pernah ada seseorang yang ingin memecahkan batu tersebut untuk dijadikan banguan rumah, belum sempat batu itu dipukul atau dihancurkan mendadak orang tersebut kesurupan, badannya kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

Dalam kondisi tak  sadar, seolah ia didatangi kakek tua seraya menyarankan jika ingin tetap hidup agar mengurungkan niatnya untuk merusak batu tersebut. Mendapat isyarat ghaib tersebut akhirnya orang tersebut mengurungkan niatnya.

Konon batu hitam itu di tengah kegelapan malam seringkali muncul seekor harimau besar. Salah seorang yang pernah menemui adalah Sujono salah seorang penduduk Desa Banding Kecamatan Bancak yang dikenal juga seorang ahli supranatural.

Berbagai kejadian ghaib di kawasan ini mengisyaratkan bahwa Syech Sekar Gadung bukanlah orang sembarang. Namun beliau termasuk salah seorang yang diberikan karomah oleh Allah Swt.

”Sementara itu bagi peziarah yang hajatnya terkabul setelah melakukan munajat di tempat ini semata-mata hanya karena pertolongan Allah Swt,” ujar Suparman mewanti-wanti kepada para peziarah.

sumber:http://www.aksarakata.com/2014/09/10/ziarah-ke-makam-keramat-syech-sekar-gadung.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *