Kuil Palani Andawer

Di dalam kuil terdapat 6 arca yang didatangkan langsung dari India.Arca-arca tersebut menceritakan tentang kisah Dewa Murugan. Dewa Murugan adalah dewa perang yang dipercaya kaum tamil sebagai pelindung.selain itu Dewa Murugan merupakan Dewa Pembersih,yang artinya tidak menyukai bau-bau amis,hal inilah yang menyebabkan seorang gurgel atau pemimpin umat hindu dilarang untuk memakan daging.

kuil-hindu-palani-andawer

Kuil Palani Andawer merupakan satu satunya kuil atau tempat peribadatan umat Hindu di Kota Banda Aceh, kuil ini sudah berdiri sejak agama hindu masuk ke Aceh pada tahun 1934.Pada tahun 2004, kuil palani ini juga ikut tersapu oleh dahsyatnya gelombang tsunami yang menerjang kawasan kampung jawa dan sekitarnya, baru pada tahun 2007 kuil ini kembali dibangun dan saat ini dikelola dengan baik oleh seorang Gurgel atau pemimpin umat hindu yang bernama Radha Krisna.

Baca : 10 Wisata Religi Aceh yang wajib dikunjungi

 

Selanjutnya,di dalam kuil juga terdapat altar Dewa Ganesa.Dewa Ganesa adalah dewa pengetahuan dan kecerdasan,dewa pelindung,dewa penolak bala/bencana, dan dewa kebijaksanaan.Dewa Ganesa ini merupakan saudara atau kakak dari Dewa Murugan.Selain altar Dewa Ganesa juga terdapat altar burung merak yang merupakan kendaraan dari Dewa Murugan.

Pada saat ini Umat Hindu Tamil yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar berjumlah 600 orang. Mereka beribadah setiap hari, setiap pukul 6 pagi dan pukul 6 sore. Sebelum melakukan ibadah, gurgel akan membunyikan lonceng sebanyak 9 kali yang menunjukkan bahwa waktu ibadah sudah tiba. Setiap ibadah jumlah jamaah yang hadir sekitar 10-15 orang perhari.

di sela sela saya mengambil gambar,saya sempat menayakan bagaimana toleransi umat beragama di Aceh, dan Gurgel mengatakan bahwa toleransi umat beragama sangat tinggi di Aceh, mereka (umat Hindu) bebas melakukan ibadah tanpa ada gangguan, dan masyarakat sekitar kuil juga sangat menghargai agama mereka.Selain itu gurgel juga mengatakan bahwa pada bulan April nanti akan ada Perayaan Besar Thaipusam, yaitu suatu perayaan atau suatu hari dimana umat Hindu membayar nazar kepada Dewa Murugan karena apa yang dihajatkan selama ini oleh Dewa Murugan dikabulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *